MENJADI GURU YANG BAIK, BISAKAH?

Bismillahirrahmanirrahim

Saya akan mencoba mengemukakan pendapat saya tentang guru yang sekarang eksistensinya itu mulai pudar sebagai sesosok orang yang berjasa. Semoga bermanfaat dan bisa diambil hikmahnya. ^_^

 

Seperti layaknya sayur tanpa garam yang rasanya hambar, pendidikan diumpamakan seperti garam, yakni hal yang terpenting untuk kemajuan suatu bangsa. Tanpa adanya pendidikan baik itu formal maupun informal, pasti bangsa tersebut akan punah dengan sendirinya karena termakan oleh jaman.

Guru sebagai pendidik dan penerima tanggung jawab dari orang tua untuk mendidik anak dalam konteks formal. Tanggung jawab dari orang diterima guru atas dasar kepercayaan, bahwa guru mampu memberikan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan perkembangan peserta didik diharapkan pula dari pribadi guru memancar sikap-sikap dan sifat-sifat yang normatif baik sebagai kelanjutan dari sikap dan sifat orang tua pada umumnya.

Akan tetapi disaat sudah menjabat sebagai guru, kebanyakan ucap sumpah guru itu hanya terbatas dari mulut, tak mengena kedalam hati. Dan sekarang kita bisa melihat dampak dari semua itu. Guru bukan lagi menjadi pembantu mewujudkan cita-cita, akan tetapi kini guru menjadi perusak cita-cita. Memang tak semua guru seperti itu, tetapi kebanyakan sudah seperti itu. Contoh ketika proses kegiatan belajar mengajar berlangsung, beberapa guru merokok dan mengopi dikelas, tidak memperdulikan kesehatan anak didiknya. Disaat menjelang UN beberapa guru malah memberikan tugas yang menumpuk, padahal itu adalah masa-masa tenang seorang siswa untuk me-review kembali pelajaran dari semester I. Lalu ada guru yang hanya menerangkan materi saja tapi siswa tersebut kurang paham, mungkin papan tulislah muridnya sehingga muridnya sendiri terabaikan.

Pertanyaan besar yang masih terngiang dalam otak adalah bagaimana supaya kita calon pendidik tak terjerumus menjadi guru yang membuat generasi muda nantinya menjadi sampah negara yang tidak bisa berbuat apa-apa? Lalu, kriteria menjadi seorang guru yang baik itu apa saja?

Saya akan mencoba mengemukakan pendapat kami mengenai kriteria  menjadi guru yang baik.

  1. Kasih sayang tulus

Kriteria ini adalah dasar dari kriteria lainnya. Seorang guru harus menunjukkan rasa kasih sayang kepada anak didiknya. Jangan mentang-mentang sudah menjadi guru bisa seenaknya saja berperilaku. Menjadi guru itu amanah yang harus dipenuhi. Siswa apabila sudah senang dengan guru pengajarnya pasti senang juga pada pelajaran yang diajarkannya. Nah ini bisa menjadi penunjang siswa tersebut mendapatkan hasil yang maksimal dan bisa meraih cita-citanya.

  1. Dapat memberi pengertian dan contoh

Ada sebuah pepatah mengatakan “Guru kencing berdiri, anak kencing berlari”. Dari pepatah itu bisa kita ambil maknanya bahwa perilaku guru pasti ditiru bahkan melebihi. Ada guru yang terlambat, siswa juga ikut terlambat, bahkan keterlambatannya itu melebihi gurunya. Apabila kita bercita-cita ingin anak didik kita disiplin, maka displinlah. Apabila ingin rajin, maka rajinlah.

Memberi pengertian itu penting supaya anak menjadi tidak salah paham dengan apa yang kita ajar. Biasanya siswa selalu berspekulasi terhadap hal yang kita bicarakan. Maka berhati-hatilah dalam berbicara.

  1. Kesabaran, ketegasan, keuletan

Sabar merupakan tiangnya kehidupan. Kehidupan seseorang tanpa kesabaran pasti hidupnya serba amburadul atau berantakan. Begitu pula dalam konteks pendidikan. Apabila seorang guru tak sabar menghadapi anak didiknya, pasti guru itu akan marah dan ujung-ujungnya anak trauma sehingga tak mau belajar lagi. Apakah itu yang anda mau? Membuat anak menjadi tak ingin bersekolah lagi? Memang ketegasan diperlukan, akan tetapi jangan sampai membuat siswa menjadi trauma. Ilmu pengetahuan itu penting dan keuletan penting, supaya bisa memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak didik.

  1. Jangan memberatkan

Guru itu adalah pembantu mewujudkan cita-cita, jangan sampai memberi tugas yang tidak ada untungnya dan memberatkan. Yang wajar-wajar saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s